Minggu, 10 Januari 2016

Gunung Cikuray puncak pertamaku ' tetapi bukan yang pertama

    Untuk kategori sebuah gunung 'Cikuray memang bukan gunung pertama yang pernah ku daki, tetapi untuk pertama kali berada di puncak gunung 'Cikuraylah yang pertama.




   Sebelumnya sih jika main di alam paling ke curug - curug atau bukit - bukit. Paling tinggi mainnya  ke Gunung papandayan, itu pun hanya sampai kawah kadang sampai hutan mati. Berawal dari teman kerja ' Robi  dia mengajak saya untuk mencoba mendaki gunung karena kebetulan juga dia akan mendaki gunung Cikuray, sekalian mau mampir ke rumah katanya kebetulan saya asli orang Garut dan jarak ke Gunung Cikuray tidak begitu jauh. Akhirnya ya sudah saya iyakan saja cobalah sesekali mendaki gunung. Untuk perlengkapan sih ya pinjem sana sini dulu pikir saya ah buat coba dulu, lain sama sekarang jangankan untuk perlengkapan pribadi perlengkapan kolompok pun Alhamdulillah komplit. haha....

  Gunung cikuray 2821 mdpl, merupakan gunung tertinggi di kabupaten Garut - Jawa barat. Untuk bulan januari - maret gunung - gunung di daerah garut ( PAGUCI = Papandayan - Guntur - Cikuray ) menjadi sasaran pendaki - pendaki terutama para pendaki jabodetabek jabar saat - saat gunung lainnya di tutup untuk perbakian ekosistem, Gunung di garut jadi sasarannya "Hade..h .Jadi wajar jika setahun kita tidak kemari, terjadi perubahan yang lumayan signifikan, baik dari biaya restribusi, transport, track dan yang fatal "Sampahnya .

    Untuk ceritanya versi dahulu tapi untuk tranportasi dan biaya lainnya kita pakai yang saat ini buat referensi aja bagi agan - agan yang mau kesini.
Kami berangkat 8 orang dari Jakarta, meeting point di terminal kampung rambutan pukul 21.00. Naik mobil bus karunia bakti / bisa juga dengan bus saluyu hampir jam 11 malam. dengan tarif saat ini  Rp 52.000 hingga terminal garut. untuk bus lainnya bisa menggunakan Prim*jasa dari cililitan, pasar rebo atau lebak bulus. Tiba di garut hampir jam 4 pagi, istirahat dan menunggu subuh di sekitaran terminal menunggu pagi sampai angkot - angkot datang.
*Tips naik bus ; jika terlihat ramai pendaki di pintu keluar terminal baiknya kita terus saja masuk ke dalam ke tempat ngetem bus luar kota atau bila masih terlihat berebut jalan lagi saja ke tempat parkir mobilnya sebelum bus masuk jalur ngetem.

   Dari terminal garut menuju pos pemancar ada beberapa option yang bisa di pilih ;
Pertama ' kita tunggu setelah subuh angkot - angkot charteran sudah berjejer siap mengantar sampai pemancar, saat ini dikenakan biaya Rp 45.000/orang atau
Kedua ' kita naik angkot 06 jurusan cilawu turun di Sukamulya atau Cigarungsang Rp 5000 - 10.000/ orang lalu di lanjutkan dengan menggunakan jasa ojek hingga pemancar Rp 35.000/orang. Hitungannya sih tetap sama , tapi jika kita mendakinya hanya beberapa orang dan bukan di weekend ini menjadi pilihan tepat.

    Kami memutuskan sarapan dahulu dan berangkat jam 7, karena mencari warung untuk di bungkus dan di makan di perjalanan di sela break pendakian. Untuk menuju pemancar kami charter angkot dan gabung dengan beberapa pendaki lain. Di tengah perjalanan mobil kami tidak kuat menanjak dan hanya sampai pos pendaftaran / simaksi, Saat ini Rp 10.000/orang. Si sopir mencari operan dan tidak dapat dapat akhirnya kami putuskan saja berjalan kaki hingga pemancar, si sopir mengurangi ongkos dari kami masing - masing. Dari pos hingga pemancar membutuhkan waktu setengah jam lebih dan yang niatnya akan membuka nasi di pos 1 - 2, akhirnya di tengah perjalanan menuju pemancar bekal nasi bungkusnya di buka. 
perjalanan menuju pos pemancar

perjalanan menuju pos pemancar

buka nasi bungkus yang awalnya untuk di pos 1 - 2
   Sesampainya di pos pemancar kami pun beristirahat sejenak, ada beberapa warung kecil untuk sekedar camilan, kopi atau minuman lainnya. Di sebut pos pemancar karena di tempat ini ada stasiun pemancar dari beberapa stasiun tv. Saat ini di sini juga merupakan sumber mata air pertama dan terakhir sebelum melanjutkan pendakian, jadi persiapkan dan pandai - pandailah menggunakannya karena kita akan melakukan pendakian 7 - 8 jam kedepan hingga puncak. Waktu kami sumber air masih tersedia di pos 2 yang di buatkan penduduk, tetapi karena di lokasi lebih banyak sampah makannan dan lainnya yang terkesan jorok akhirnya sumber air inipun di tiadakan. Di pos pemancarpun juga terdapat kotak yang terkesan diwajibkan setiap pendaki mengisinya meskipun seihlasnya. Fasilitas di pemancar seperti toilet sudah ada tapi di komersilkan padahal kalo memang untuk fasilitas - fasilitas umum lainnya di bebankan saja ke pendaki. di patok 10.000/orang pun ya tak masalah, toh demi kenyamanan mereka dan masyarakat juga. Misalnya untuk basecamp berteduh dari panas / hujan masa turun dari angkot berlari sana kesini / bangun musola, toilet dan air bersih, bak sampah, syukur -syukur ada untuk mencharge hp,dll .Maaf bukan menjelekan cuma referensi  *just opini

di pos pemancar dari kiri ke kanan;
ijul, aldi, ichsan, pandi, depannya temannya robi, temannya  robi, Robi dan ajiel
  Awal pendakian kita akan melewati perkebunan teh dan lahan yang agak sedikit gersang hingga pos satu, tetapi jika musim hujan treknya akan berubah menjadi licin. Pemancar dan jalur trek masih cukup jelas dari pos satu. Waktu yang di butuhkan kurang lebih 1 jam.


  Perjalanan dari pos 1 menuju pos 2 membutuhkan waktu yang hampir sama 60 menit. D pos 2 lahan cukup lebar, ya lumayanlah buat istirahat belasan pendaki. Pos 2 ini jarang di jadikan area camp karena untuk sampai puncak masih terlalu jauh. Dulu di pos ini sumber air terakhir.
Perjalanan dari pos 2 hingga puncak sudah mulai curam, disinilah perjalanan jalur trek sesungguhnya jalurmu terkadang harus berpegangan ke akar . Treknya rata -rata wau deh apalagi buat pemula kaya saya, makanya gunung ini cukup lumayan menguras tenaga, buat pemula baiknya sih pilih yang lain dulu deh,apalagi jika musim hujan.Selain itu juga agak susah mencari lahan datar untuk mendirikan tenda selain di pos.
Dari pos 2 hingga pos 3 kurang lebih membutuhkan waktu 90 menit. Di pos ini  jika weekend  sudah ada yang mendirikan tenda, terutama untuk pendaki yang keletihan dan terkadang sudah tidak ada lagi lahan datar untuk mendirikan tenda di pos - pos berikutnya yang memaksa mereka buka tenda di sini.
Perjalanan dari pos 3 ke pos 4 membutuhkan waktu 45 menit. Pos ini juga biasanya dijadikan tempat mendirikan tenda, terutama yang mempunyai planning 2 hari. Hari pertama pos 4 hari ke dua di puncak.
Dari pos 4 ke pos 5 perjalanan membutuhkan waktu yang sama, kurang lebih 45 menit. Berikut dengan keterjalannya yang luar biasa menguras tenaga, terlihat dari cara mengambil nafas dan duduk mereka. hi..hi..



Perjalanan dari pos 5 ke pos 6 juga membutuhkan waktu 45 menit. Kondisi jalan masih terjal dan hutan lebat. Paling tidak gambaran puncak dari sini sudah sedikit terlihat dari samar -samarnya lereng gunung .
Dari pos 6 ke pos 7 tidak terlalu jauh, kurang lebih 30 menit. Di pos 7 tidak ada shelter untuk mendirikan tenda, hanya ada pohon besar yang di tempel tulisan pos 7. Untuk mendirikan tenda kita harus masih melanjutkan perjalanan 10 -15 menit lagi. Di sini bisa menampung hingga belasan tenda, dan yang biasa di sebut puncak bayangan. Disini tempat paling strategis untuk mendirikan tenda, karena masih banyak pepohonan untuk melindungi dari terpaan angin, dan untuk sampai puncak paling membutuhkan waktu 30 menit lagi. Tapi kami tidak mendapatkan tempat disini, jadi melanjutkan perjalanan di tengah - tengah bertemu para pendaki yang turun lagi karena di puncak sudah tidak ada lagi tempat. Cari -cari akhirnya dapat hanya untuk satu tenda dan kondisi gerimis, akhirnya umpel - umpelan deh satu tenda 8 orang yg harusnya kap 4 orang. Malah kami lihat ada beberapa pendaki yang hanya buka fly sheet dan tidur di kemiringan tanah beralas matras. Terbayanglah sudah harus masak dan sumpeknya di dalam tenda, semua hanya selonjoran dan tumpang tindih. Pengalaman pertama yang berkesan dan tak terlupakan, sedih dah kalo di ceritainmah. ha...haaa..

  Semalaman tidur menunggu beratnya mata yang terpaksa tak bisa menahan kantuk hingga subuh menjelang. Jam 4 pun sudah banyak yang melewati tenda kami, karena posisi tenda persis samping jalur. Kami pun membuat kopi dan teh sekedar untuk menghangatkan badan sebelum sumit.
30 menit kemudian kami sumit, tapi mendekati pucak mengantri karena pucakdi penuhi tenda dan para pendaki yang sumit. tak banyak aktifitas yang bisa di lakukan karena keterbatasan ruang gerak. tapi paling tidak mengobati sisa dan kenangan perjalanan kemarin. Pos shelter di puncak pun jadi incaran pendaki, padahal selain membahayakan dirinya juga membahayakan orang lain.









 yea...h inilah puncak pertama saya ......... samudra di atas awan !





  Puas menikmati sunrise kami pun bergegas kembali turun ketenda untuk masak dan repacking. Perjalanan yang tadi subuh di lewati kecuramannnya kini sudah nampak jelas.


  Selesai makan dan packing ulang perlengkapan kami pun bergegas turun. Waktu yang dibutuhkan dari lokasi tenda kami hingga ke pos pemancar membutuhkan waktu 4 jam. Sampai pos pemancar sudah ada deretan mobil mengantri untuk membawa para pendaki ke terminal dengan tarif yang sama ketika dari terminal ke pemancar.
Lain dengan pendaki lainnya saya ber 8 mengajak singgah ke rumah saya dan beristirahat dan makan siang . Malamnya kami semua charter mobil bak terbuka untuk di antar ke terminal dan kembali ke jakarta dan beraktifitas kembali esoknya.


Selasa, 05 Januari 2016

Stone garden dan goa pawon Bandung' bukti dari lautan purba dan sebuah peradaban



   
     Stone garden  / taman batu   ( karst)  2 - 3 tahun yang lalu mungkin masing asing di kalangan traveler / travelmate sekalian bahkan untuk warga Bandung sendiri,  tapi di tahun kemarin di kalangan para traveler atau netizen tempat ini menjadi salah satu incaran destinasi mereka, terutama warga jabodetabek dan warga bandung sendiri. Bukan saja keramaiaan pengunjungnya, warung - warung yang terus berjejer bermunculan, tiket masuk yang semula gratis, kemudian Rp 2.000 - 3.000 - 4000 mungkin saat ini sudah  Rp 5.000 bahkan lebih' hanya dalam hitungan bulan saja. Bahkan yang prewed konon ada yang kena biaya tambahan lagi berkisar 200 - 300 ribu .
Tepat di bawah stone garden adalah situs goa pawon. Selain di jadikan penelitian yang di yakini sebagai nenek moyang suku sunda, situs goa pawon juga sudah di jadikan area wisata jauh hari sebelum stone garden di buka.
   Situs goa pawon dan Stone garden berada di kampung Giri mulya, DesaGunung masigit, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung barat. Lokasinya mudah di tempuh baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika dari arah bandung maka dari pintu keluar tol padalarang ambil arah cianjur /naik angkot pedesaan jurusan rajamandala / cianjur turun di stone garden / taman batu jika yang pertama ingin di kunjungi stone garden atau turun di gerbang  wisata goa pawon, jika yang pertama ingin di kunjungi goa pawon terlebih dahulu. Kini sudah familiar di kalangan supir angkot / penduduk sekitar, jadi tak perlu takut kesasar. Jika dari bogor / Jakarta kita bisa naik bus jurusan bandung via puncak / cianjur, turun di tempat yang sama dengan yang dari arah bandung.
 Untuk ke dalam dari jalan raya sampai loket pintu masuk sekitar 15 - 20 menit berjalan kaki  atau bisa dengan jasa ojek berkisar Rp 7 - 10.000.


stone garden
goa pawon
    Perjalanan saya ke sini dari jakarta menggunakan roda dua via puncak, ya ! untuk menghemat waktu dan juga karena cuma berdua saja. Perjalanan menghabiskan waktu hampir 4 jam. Sesampainya kami putuskan kunjungan pertama ke goa pawon . 
Ga pawon selain masih di teliti dan digali informasinya keberadaannya juga sudah lama di jadikan area wisata, jadi tak heran jika fasilitas di goa pawon sudah lumayan lengkap seperti toilet, mushola lahan parkir dan gazebo untuk istirahat. Goa pawon di yakini sebagai bukti peradaban masyarakat sunda kuno atau nenek moyang masyarakat sunda. Di goa ini ditemukanya fosil manusia yang sudah ribuan tahun juga beberapa perkakas dari batu.
Restribusi untuk mengunjungi goa Rp 5.500 / orang dan di anjurkan kita mengisi daftar kunjungan. Memasuki mulut goa tampak gelap dan bau menyengat pospat, maklum saja karna goa saat ini di huni oleh kelelawar - kelelawar. Masuk lebih dalam kita akan banyak menjumpai stalaktit dan stalagmit. Jika di teruskan naik ke atas ada cahaya terang , begitu keluar sisi sebelah kanan ada bentuk ruangan yang di batasi pagar kawat, terdapat kerangka manusia disana . Di sekeliling goa terdapat dinding ukiran - ukiran alam , di sini tak beratap . ada sebagian sisi yang tidak tertutup dan itu langsung mengarah ke persawahan, kita bisa menikmati pemandangan dari sini. Sayang saja foto yang ada di goa pawon hampir semua di hp satunya yang rusak, jd cuma ada beberapa deh.  hik..hik..
nih cuma ini foto yang ada di dalam goa ;


sebelah kanan @baronang
   Kurang lebih satu jam lah kami menikmati dan menelusuri goa pawon, karena memang tidak terlalu luas juga. Selanjutnya kami ke taman batu / Stone garden yang persis berada di atas goa pawon.
Untuk ke stone garden dari goa pawon kita tinggal mengambil jalan ke atas yang ada sebelah kiri sebelum portal pintu parkiran, petunjuknya cukup jelas lah. Treknya sedikit menanjak kurang lebih 10 - 15 menit. Sampai di atas kita di kenakan karcis masuk lagi Rp 4.000 mungkin kini sudah di bulatkan .
Beberapa meter di pintu masuk kita sudah bisa menikmati pemandangan karst, gundukan bukit - bukit dan tebing sisa tambang kapur yang akhirnya menjadi sebuah pemandangan unik, pabrik pengolahan kapur dan marmer yang mengeluarkan asap hitam dari cerobong, juga gunung hawu yang biasa memanjakan para peminat climbing.


Sedikit naik ke atas kita akan melihat batu - batu berserakan, jika kita amati lebih dekat lagi kondisi bebatuan mayoritas tajam dan berlubang maka akan mempunyai kemiripan dengan kondisi karang di pinggir pantai, kita juga akan menjumpai fosil - fosil kerang. Inilah bukti otentik bahwa bandung dahulu merupakan sebuah laut purba yang telah berubah menjadi daratan. Beraneka ragam bebatuan, dari yang berserakan hingga yang bisa di duduki bahkan di naiki dan berfoto ria di atasnya. 
Untuk pemandangan dan panoramanya dari atas sini pun sudah di suguhi pemandangan lukisan alam yang indah, tinggal jagonya kita aja berpose dan mengabadikannya. Tinggal geser dikit ... Cekreek... geser lagi .... Cekrek... dst





  Di sudut lainnya kita bisa menikmati batu - batu lain yang tak kalah besar dan uniknya #karst, juga terdapat beberapa gazebo kecil beratap jerami untuk sekedar berlindung dari sengatan matahari dan hujan yang di buat oleh pengelola. Jika tak kebagian tempat turunlah sedikit di warung - warung masih banyak tempat disediakan, bisa sambil ngopi , makan gorengan, minum es kelapa, dan lainnya.




Jika masih betah, menunggu sunset pun jika cuaca mendukung dapat memberikan nuansa yang berbeda


 Kurang lebih jam 17.30 kami turun dan kembali ke parkiran yang ada di goa pawon. Setelah magrib barulah saya putuskan pulang kembali ke jakarta.
 
   Demikian referensi singkat pengalaman destinasi wisata yang bisa di lakukan seharian di akhir pekan dan mudah di jangkau bagi sobat sekalian. Jika belum punya rencana di akhir pekan, tak ada salahnya mencantumkan di waiting list bersama teman dan keluarga tercinta.





Jumat, 01 Januari 2016

City tour murah meriah " Museum Bank Indonesia "


    Saat akhir pekan tiba atau  masa liburan tiba pastinya kita dan teman - teman punya agenda untuk liburan di sela - sela rutinitas sehari - hari, entah itu liburan ke luar kota atau bahkan keluar negeri jika dananya mencukupi tentunya sesuai budget yang kita punya. Tapi lain lagi jika ada anak, adik, ponakan tentunya budget pun nambah tentunya. Jika mereka tinggal dengan kita sih bisa di hari weekend yang lainya kita ajak city tour, jika mereka hanya bisa mengunjungi kita di waktu libur sekolahnya ' tak tega rasanya membiarkan mereka hanya berdiam di rumah / kontrakan.Tak kan banyak cerita yang bisa mereka sampaikan sesampainya di kampung. Jika kita sedang ada budgetnya sih bolehlah sesekali mengunjungi tempat - tempat seperti Taman *ini, Sea W**ld, Jung***  land, tapi jika  lagi tongpes alias kantong kempes ?  tak perlu khawatir ' Jakarta masih banyak menyediakan tempat -tempat bagus yang tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam juga merupakan wisata edukasi seperti : Ragunan, monas, dan museum - museum yang tersebar di penjuru kota.

    Wisata / city tour kali ini saya coba kasih referensi untuk ke museum bank indonesia.



    Jika kita atau anak anak sekarang  jika ditanya kita akan pergi kemana liburan nanti ? pasti jawabanya kalo ga wahana permainan, pantai, gunung, dsb.Jarang mereka akan mengajak ke museum -museum. Padahal dari museum kita bisa belajar sejarah, punya gambaran masa lalu masa kini mungkin juga gabaran masa yang akan datang. Di museum juga kita akan banyak belajar / mengetahui ilmu - ilmu yang tidak didapatkan di bangku sekolah. Lebih dari itu biaya masuknya yang murah serta fasilitasnya yang nyaman seperti toilet, mushola, lahan parkir dan lainnya. Tapi keberadaan museum - museum yang ada justru  kalah saing dengan tempat wisata lain yang lebih mahal. 
Jika kita bandingkan di negara - negara maju " Museum selalu ramai di kunjungi rakyatnya dari pada bioskop, padahal di negara maju harga masuk museum jauh lebih mahal di banding harga ke bioskop. Itu berbanding terbalik dengan negara kita.

   Museum bank indonesia terletak di Jl pintu besar utara no. 3 barat ( depan stasiun beos kota / halte busway ) . Akses transportasinya cukup mudah ke museum. Bisa dengan kereta api, busway atau kendaraan pribadi. 
Gedung museum bank indonesia berdiri tahun 1828, awalnya sebuah rumah sakit binen hospital, yang kemudian di aih fungsikan menjadi De javasche bank yang merupakan cikal bakal berdirinya bank indonesia. Peresmian museum di lakukan dua tahap. Tahap I ( soft opening ) pada tanggal 15 desember 2006 oleh gubernur BI saat itu "Burhanuddin Abdullah" dan  tahap II ( grand opening ) pada tanggal 21 juli 2009 oleh bapak presiden RI " Susilo Bambang Yudhoyono ".
 Museum Bank indonesia terdiri dari 2 lantai. Di lantai dasar terdapat kantin - kantin, toilet, mushola, penjara, dll. Sedangkan ruang display / pameran berada di lantai 2.
Jam operasional museum :

 

buka ;

Selasa - Kamis
08.00 - 15.30

Jum'at
08.00 - 15.30
11.35 - 13.00 Tutup / sholat jum'at

Sabtu - minggu
08.00 - 16.00

Tutup hari senin / libu nasional








   Sebelum masuk museum ada pemeriksaan awal barang bawaan . Kita di wajibkan memasukan barang bawaan ke mesin pemeriksaan seperti yang terdapat di bandara.


Lalu menaiki tangga ke lantai 2, setelah itu kita membeli tiket seharga Rp 5.000 / orang. Setelahnya kita bisa menitipkan seluruh barang bawaan di tempat penitipan. Tenang cukup aman kita di beri no id penitipan / loker oleh penjaga, tapi untuk barang berharga seperti dompet, handphone / kamera boleh di bawa masuk. Setelah itu kita masuk dan menunjukan tiket masuk ke museum.

loket pembelian tiket
   
penitipan barang persis di pintu masuk



     Selanjutnya kita masuk ke ruangan gelap atau ruang transisi /playmotion, terdapat tirai - tirai yang berfungsi menahan / membatasi cahaya masuk. Ruangan ini menerapkan tekhnologi hologram. Di ruang ini kita akan menikmati permainan interaktif yang keluar dari proyektor khusus yang menampilkan beberapa mata uang yang muncul berterbangan di dinding, ketika tertangkap memberikan informasi ke pengunjung.


Selanjutnya kita akan menuju lorong kecil menuju ruang teater kecil yang mampu menampung puluhan pengunjung, yang kehabisan bangku ya berdiri di samping kiri kanan bahkan ada yang duduk di tengah. Di ruang ini kita akan di suguhi tontonan berupa kartun yang menceritakan asal usul sebelum uang di ciptakan ( barter ) , asal usul uang logam, uang kertas, cek, menceritakan asal usul negeri kita yang di datangi bangsa - bangsa eropa hingga akhirnya di jajah, asal usul berdirinya museum, dll.
ruang teater
Setelah itu kita akan memasuki ruang berupa gambar dan diorama yang menceritakan beberapa aktivitas perdagangan selama pra-Eropa mendarat di nusantara, dimana rempah nusantara ini sudah terkenal ribuan tahun yang lalu dengan perantara para pedagang arab dan gujarat yng di salurkan hingga ke venesia dan eropa. Akibat perang dunia jalur terputus, rempah - rempah untuk eropa akhirnya tidak terpasok ke sana, harga rempah - rempah akhirnya setara emas. Akhirnya negara - negara eropa berlayar mengambil sendiri melalui jalur laut yang baru. Akibat negara - negara eropa lain mencari sendiri rempah - rempah untuk di pasok kenegaranya, inilah akhirnya asal muasal metode perbankkan mulai diadakan, dan ini juga salah satu pemicu bangsa indonesia di jajah bangsa eropa. Dan karena para pedagang dan saudagar yang berlayar ke indonesia ini mayoritas lelaki , itu pulalah yang memicu perkawinan campuran dengan bangsa pribumi sehingga lahirlah irfan bachdim, raja naingolan, yuki kato, cinta laura, jullie estelle....... eeeeeh malah ngaco bahas artis, hehe.... back to Museum BI.


contoh rempah - rempah  nusantara yang paling banyak di cari

diorama sedang membereskan rempah yang siap di angkut


Di ruang ini juga kita bisa melihat foto dan biografi para penjelajah dunia yang sempat singgah di indonesia seperti  ; Marcopolo, Laksamana cheng ho, Juan sebastian del cano, Alfonso d'Albuquerque, Cornelis de Houtmen, Sir henry midelton.

Foto dan biografi para penjelajah dunia yang sempat siggah ke indonesia
Diruang ini juga terdapat diorama perbankkan dan aneka diorama aktifitas lainnya di masa kolonial belanda.



Juga terdapat koleksi pakaian jaman dulu yang di bingkai di bawah lantai di tutupi alas kaca tebal.












Dan persis di depannya persis terdapat metamorfosa dari logo Bank Indonesia hingga saat ini.

Seorang anak yang mengamati bentuk metamorfosa logo bank indonesia
Di gedung ini juga terdapat ruangan khusus yang berisi emas batangan. Entah saya tidak sempat bertanya - tanya itu asli atau hanya replika.

     Selanjutnya kita akan memasuki ruangan numismatik, di ruangan ini terdapat koleksi uang - uang lama dari awal uang republik indonesia terbentuk, dari yang logam dan kertas yang di bingkai kaca. Jika kita ingin melihat lebih jelas di sediakan kaca pembesar yang bisa di geser ke kiri - kanan, atas - bawah. Juga terdapat koleksi uang dari negara - negara lainnya yang di susun di kaca, jika ingin melihatnya kita harus menariknya satu persatu.
Selain daripada itu diruang ini juga menyimpan contoh uang dan alat pembayaran lainnya di masa kerajaan - kerajaan nusantara. Mayoritas uang dan alat pembayaran yang ada pada masa kerajaan berbahan emas dan perak. 

koleksi uang logam dan kertas di ruang numismatik

koleksi uang negara lain' jika ingin melihat kita tinggal menariknya satu per satu

contoh koleksi uang kertas

contoh koleksi uang logam

kaca pembesar, jika ingin melihat lebih jelas


Setelah ruang numismatik kita akan menuju selasar, terdapat replika dua uang kertas yang pada wajahnya di beri bolongan untuk menaruh wajah pengunjung yang ingin berfoto, biasanya repl[katak luput dari pengunjung untuk mengabadikannya. Setelah itu kita akan mengarah ke ruangan yang berisi furniture - furniture tempo dulu, barulah sebelum pintu keluar kita akan melewati ruangan yang menjajakan cindera mata Museum Bank Indonesia.


ruang khusus menjajakan cinderamata

ruang cindera mata
Setelah keluar kita bisa mengambil kembali barang - barang yang tadi di titipkan sebelum masuk.
Jika ingin berkeliling ataubersantai dan mengabadikan struktur bangunan di lantai dasar, ke kantin / toilet kita tak perlu keluar gedung dahulu, karena semua ada di lanatai dasar.
Untuk mushola lumayan luas terdapat di luar didekat halaman parkir.
mushola di samping museum

lahan parkir yang lumayan luas



     Puas mengelilingi Museum Bank Indonesia karena cuacanya sudah mendung ya diputuskan saja buru - buru pulang, Padahal tadinya rencana mau ke yang lainnya' mungkin lain waktu. Begitu sampai pos penjaga parkir kita hanya di minta melihatkan karcis masuk parkiran dan biaya *Terserah. Iya terserah ! hampir 3 jam saya berada di dalam dan parkiran terserah' Wisata murah bukan " hanya tiket masuk Rp 5.000 dan biaya parkir terserah. Meskipun terserah ya masa iya kita ga bayar sih, ya buat uang rokok mereka saja kan belum tentu sebulan / setahun sekali juga kesini.
Oke sekian dulu artikel perjalanan saya kali ini, semoga bermamfaat / menjadi referensi atau alternatif wisata city tour sekaligus wisata edukasi untuk agan - agan atau keluarga dengan budget pas - pasan. haha ...